Skip to main content

Posts

Showing posts with the label cerita

2021 : Sunrise till Sunset

  Foto ini diupload Sensei di Facebooknya awal tahun lalu, tahun 2021. Dia juga kirimkan aku foto ini via WA dengan caption yang kalau diartikan kira-kira bunyinya "Selamat tahun baru, ini matahari dan salju pagi ini. Kapan ke sini lagi?" Aku senyum-senyum ketika membacanya. lalu sekian menit kemudian tergugu dalam rindu. Iya, ternyata aku serindu itu dengan Yamaguchi. Rumah yang ku tinggali 5 tahun. Yang menorehkan banyak cerita suka maupun duka. Ku fikir aku sudah bisa ke sana tahun ini, tapi ternyata belum. Terlalu banyak hal yang membuatku harus kembali menyimpan rapi rindu itu. Siapa yang menduga tahun ini akan banyak sekali project yang disampirkan di pundakku. Rasanya tidak ada doa yang aku ulang sebanyak doa "Ya Allah, mampukan hamba menyeleseikan semua amanah ini dengan baik, tanpa menyakiti hati diri sendiri maupun orang lain". Doa itu bahkan menjadi doa wajib selama Ramadhan. Di setiap berbuka, doa itu ku panjatkan. Aku ternyata takut sekali dengan banyak...

[PARA MANTAN] Pengasuh Kecil untuk Ari Kecil

Saya akan mengawali kisah "PARA MANTAN" ini dengan cerita tentang seorang teman, sekaligus pengasuh, saat saya kecil dulu. Lek Sih namanya. Kalau tidak salah, dia adalah anak paling kecil dari Wo Yam. Wo Yam ini merupakan dukun bayi paling mumpuni dan seniro di kelurahan Banyudono. Beliau punya anak cewek semua, dan Lek Sih adalah anak paling bontotnya.  Lek Sih mulai ikut membantu Mae menjaga saya sejak kira-kira umurku 2 tahun. Sebab sejak umur 2 tahun itu, saya harus sering ditinggal Mae. Mae harus mengantar Pae berobat ke sana ke mari. Kadang bahkan Pae harus ditinggal di sebuah balai pengobatan tradisional dan kemudian Mae tiap 2 hari sekali menjenguk sambil membawapkan baju ganti. Kalau tidak ada Lek Sih, maka otomatis saya harus dibawa-bawa. Itu sungguh sangat merepotkan. Saat Pae meninggal, Lek Sik menggendong saya sejak pagi. Tak sedetikpun Lek Sih menurunkan saya. Dia menggendong saya di depan. Jika capek, dia pindah saya ke belakang, di atas punggu...