Skip to main content

Posts

ME TIME -- Menghadiahi Diri Sendiri

Setelah berlelah-lelah, bersusah payah ataupun setelah sebuah episode kehidupan bisa dirampungkan dengan baik, seringkali kita merasa patut mendapatkan hadiah. Sayangnya, untuk pencapaian yang bukan sebuah lomba, tak ada siapapun yang berkewajiban memberikan hadiah itu kecuali diri kita sendiri. Seorang Ibu yang setiap hari sibuk dengan anak-anaknya dan perkerjaan rumah yang tak ada habisnya, terkadang ingin memberikan hadiah untuk dirinya sendiri dengan makan indomie pake telor plus rajangan cabe yang cetar, dibuat di tengah malam saat rumah sudah rapi, anak-anak sudah tidur dan suami sudah lelap. Atau saat anak-anak di rumah neneknya, sang Ibu melarikan diri sebentar, 1-2 jam ke salon untuk facial. Dan itu semua disemuat sebagai me time . Me time bisa diartikan sebagai sepotong waktu di sekian panjangnya waktu dimana seseorang bisa melakukan apa yang dia inginkan dan dia menikmatinya. Me time seseorang dengan seseorang yang lain bisa saja berbeda, baik dari segi aktifitas m...

Belajar Membaca sambil WhatsApp-an

Resolusi tahun 2017 ini salah satunya adalah menyiapkan Nasywa pulang ke Indonesia dan sekolah di sana. Salah satu dari sekian banyak persiapan itu adalah, mengajari dia membaca dan menulis huruf abjad dengan aksen Indonesia. Bukan aksen Jepang atau Inggris. R ya harus ribaca ER bukan AR. K harus dibaca KA buka KE. Dan seterusnya. Untungnya Nasywa sudah kenal huruf abjad sejak umur 3 tahun. Memang dari dulu ga diajari membaca juga, cuma dikenalkan huruf saja. ABCD dan seterusnya. Cuma setelah pindah ke sini, huruf-huruf itu jarang dipakai. Waktu dia mulai membaca dan menulis, kira-kira umur 6 tahun, dia cuma fokus belajar membaca dan menulis katakana, hiragana. Kalau diajak belajar baca abjad bilang " Aku kan ga pake itu Ummi.. ." Saya sengaja tidak memaksa juga sih. Melihat beban belajar dia setiap hari yang sudah lumayan. Ditambah harus belajar menulis (menghafal juga ini) huruf kanji, kayaknya kok saya jahat sekali memaksakan dia harus juga belajar membaca bahasa In...

A Night to Remember -- Durian

Kemarin, 11 Januari 2017, adalah hari yang patut dikenang. Yang kelak ketika aku menceritakannya kembali, akan ada perasaan yang kurang lebih sama seperti yang kurasakan. Ada haru, ada seru, ada biru juga. Tapi, malam kemarin, juga adalah salah satu malam yang patut untuk dikenang. Bukan melulu karena malam kemarin sempat sport jantung gegara deadline submission revisian paper yang sudah di menit-menit terakhir dan baru dibereskan, tapi juga tentang kebahagiaan bisa lagi makan duren. Itu memang bukan foto Nasywa semalam. Semalam, tak ada waktu untuk mengeluarkan ide memotret dia yang begitu kegirangan menerima duren. Sekedar membalas WA suami dan teman saja rasanya malas. Masih ada hal penting yang ingin dan harus diseleseikan secepatnya. Kira-kira begitu pikirku. Foto itu, adalah salah satu moment 3 tahun lalu saat dia ketemu duren pertamanya setelah diajak tinggal di sini. Semalam, ya kira-kira sama lah ekspresinya. Duren beku itu ditungguin. Di tunyuk-tunyuk memastikan ap...

Nasywa dan gigi-gigi susunya

Hati sempat ciut, dan bibir tersenyum kecut saat baca status mba Tutik tentang gigi anak Jumat lalu. Mb Tutik menulis, "Gigi yang bagus, adalah hadiah dari Ibu kepada anaknya" . Kalimat itu didapatnya mb Tutik dari Dokter gigi anaknya. Jauh sebelum itu, saya juga sempat dibikin manyun gegara ada yang cerita masalah pergigian anak ini. Tapi saya lupa ini saya baca di status siapa. Ceritanya, waktu memeriksakan gigi anaknya di Dokter gigi, dan sang Dokter bertanya berapa jumlah gigi anaknya? Sang Ibu ga bisa jawab. Lalu Dokternya bilang "Padahal, gigi adalah organ yang paling mudah dilihat, diraba, dan dihitung. Harusnya Ibu lebih tahu kondisinya." Nasywa, mungkin satu dari sedikit anak yang tidak suka makan coklat (bahkan baunya aja dia ga suka), ga suka permen, dan ga minum sufor, jika itu semua bisa disebutkan beberapa penyebab gigi karies. Tapi, gigi Nasywa hancur berantakan, karies di depan belakang samping kanan samping kiri sejak dia umur 3 tahun. Umur 4...

A year to go (again)... Happy New Year!!

Gambar di atas adalah hiasan yang biasa dicantolin di atas pintu depan sampai tanggal 14 Januari (kl g salah) untuk kemudian dibakar. Ada satu lagi hiasan wajib tahun baru, yaitu batang bambu dipotong kayak bambu runcing sebanyak 3 buah ditaruh di pot di depan rumah. Buat apa? Hmm...belum tahu  😅 😅 Tapi... Ada beberapa hal yg sekiranya bisa diambil dijadikan bahan pertimbangan bagaimana kita merayakan tahun baru dari tradisi di Negeri Kenshin Himura ini. 1. Bersih-bersih (おそうじ=osouji) Bersih-bersih ini melingkupi bersih-bersih sekolah bagi para siswa dan guru (dikenal dengan general cleaning kl di lab), tempat kerja, plus juga rumah. Mirip lah kayak mau lebaran. Segala di elap, alas koran di rak diganti, yang sudah ga kepake dibuang (di sini dijual ke toko second hand kl barang berharga), lantai di pel plus wax biar mengkilap jreng jreng kencling. Yah, kira-kira pesan moralnya agar kita bisa menyambut tahun baru dengan kondisi bersih lahir batin. Mirip kan sama l...

ANELLO--The most wanted bag pack in 2016

Sebelum ke cerita si most wanted tas ini, saya ingin terlebih dahulu mengucapkan terimakasih kepada semua pelanggan dagangan Jepang di seluruh penjuruh dunia yang telah meramaikan acara jualan saya, dari mulai jualan barang daiso, kain, payung, kaos, teh, coklat, dan yang sampai sekarang masih pada penasaran adalah tas. Ada banyak yang tanya, "Kok masih sempet sih buat jualan? emang ada waktunya?" Akan saya beritahu sedikit rahasia. Biarlah ini jadi tidak rahasia lagi karena sudah saya ceritakan hehehe Jadi, kalau dibilang jualan ini serius, ya ga begitu juga karena dilakukan cuma saat dalam keadaan stress, cupet, tidak bergairah, dan males mau ngapa-ngapain. Justru kalau lagi sibuk, lagi semangat, saya suka males jualan. Eh bukan males sih, cuma takut ga bisa melayani pertanyaan dan pernyataan para konsumen yang nge-inbox maupun nge-wa. Jadi kalau lagi hectic kerjaan kampus, saya mlipir ga jualan. Tapi, kalau dibilang ga serius, ya ini memang kadang kami sebut sebaga...

Aku, Mae dan teh kotak itu....

Hari ini seharusnya sudah terjadwal untuk trip ke Hagi, melihat bangunan-bangunan tua dan melihat proses pembuatan keramik yang menjadi salah satu icon nya Yamaguchi. Tapi entah kenapa rasanya badan ini tak mau diajak pergi jauh. Otak ini juga sedang ingin sehari saja beristirahat, sepekan ini bagain otak pengontrol bahasa bekerja keras, karena har us mikir kata-kata dan kalimat yang tepat saat berbincang tidak menggunakan bahasa Ibu, bahasa Indonesia. Hehehe ternyata capek juga ngomong bahasa inggris plus nihonngo campur-campur, bikin laper hahaha alasan. Ehhh, hari ini hari Ibu ya?? mhh... IBU, BUKE, MAMA, MAMI, UMMI, EMAK, MAE. Sepanjang hidup yang hampir 31 tahun ini, Tuhan mengirimkan banyak sekali Ibu-ibu luar biasa dalam hidupku, sebanyak DIA mengirimkan bapak-bapak yang luar biasa juga. Coba ku ingat, ada dua orang ibu yang bersedia memberikan ASI-nya untuk ku ketika ibuku tidak ada, mereka adalah Mbak Mus dan Mbak Wanti. Lalu ada ibu yang hampir setiap hari memasakkan ma...