Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2026

Sa'i : Berjuang karena Percaya

Malam ini, seperti halnya malam kemarin, saya menunggu isya di shaff sholat perempuan di dekat tempat Sa'i.  Sa"i, sebuah laku perjuangan seorang hamba (yang juga ibu), yang dia bahkan tahu rasanya mustahil dia bisa menemukan yang dia cari, tapi rasa percayanya kepada Tuhannya, lebih besar dari segala kesadaran yang dia miliki. Ibunda Siti Hajar. Ibu dari Nabi Ismail. Putra Nabi Ibrahim yang sudah dinantikan lama kehadirannya. Tapi apa mau dikata, perintah Allah untuk meninggalkan mereka berdua di lembah tandus di Makkah adalah ujian cinta juga. Mana yang lebih Ibrahim cintai? Anaknya atau Tuhannya? Saat melakukan sa"i sendiri beberapa hari lalu. Saya menangis sepanjang bolak balik Shofa dan Marwa. Membayangkan Ibunda Siti Hajar bolak balik 2 bukit ini, tanpa tahu berapa kali ujungnya. Di tengah terik matahari yang sudah pasti panasnya. Yang dia cari memang air. Tapi yang dia ingin buktikan adalah kepercayaan dia kepada yang menyuruh suaminya meninggalkan dia dan anaknya ...

NUSUK: Satu Aplikasi untuk ke Raudhah Berkali-kali

Raudhah, taman syurga, sejatinya adalah halaman rumah Rasulullah. Halaman antara tempat imam dan rumah Nabi ini dulu digunakan oleh Nabi untuk mengajar. Setelah Nabi meninggal, tempat ini kemudian menjadi bagian dari Masjid Nabawi. Dan Raudhah, adalah idola di masjid Nabawi. Dulu, untuk bisa masuk ke Raudhah, jamaah harus sholat mendekat dengan pintu 21. Kabarnya, karena sering terjadi antrian dan berdesak-desakan, membuat ada beberapa jamaah yang terluka. Seiring perkembangan waktu, takmir Masjid dan pemerintah Madinah mulai melakukan penataan. Awalnya, untuk bisa masuk Raudhah, jamaah harus didaftarkan melalui sistem tasrek. Pihak tour travel yang membawa jamaan umroh dan pemerintah yang mengelola haji, mengatur masuknya dan mendaftarkan jamaah mereka. Namun, cara ini semakin lama semakin tidak efektif. Seiring perkembangan teknologi, dibangunlah sebuah aplikasi baru yang dapat digunakan oleh Jamaah untuk mendaftarkan dirinya sehingga dapat masuk ke Raudhah sesuai dengan jam yang sud...

Pamit : Untuk mu, yang mencintaiku

Aku menulis ini dengan derai yang tak kunjung usai Ada sedih dan haru yg terus mengusik sejak kemarin. Aku tahu, aku sudah berpamitan pada mu berkali waktu. Kemarin pagi, kemarin sore, semalam. Dan pagi ini ku ulangi lagi. Aku pamit dulu Terimakasih sudah menerimaku dengan sangat baik.  Aku selayaknya anak kecil yang selalu ingin mencuri perhatianmu. Dengan aku berlama-lama di sini. Dengan aku bermain di taman syurga dekat dengan mu berkali-kali   Berlebihan kah jika aku merasa kamu beberapa kali tersenyum padaku? Berlebihan pula kah jika aku beberapa kali melihatmu mentertawakan doa doa ku? Aku pamit. Semoga, ada banyak waktu di lain kesempatan. Untuk berlama-lama dekat dengan mu. Wahai engkau yang mencintai ku (Nabawi, menjelang Syuruq) 

Nabawi: Tips Nge-War Shaff untuk Jamaah Perempuan

Ini kali kedua saya menyambangi masjid Nabawi. Masjid yang dibangun bersama-sama, baik oleh kaum Muhajirin maupun Anshar. Konon, masjid ini dibangun di atas tanah milik sepasang anak yatim. Sahal dan Suhail, namanya. Lokasi ini dipilih karena di sinilah dulu pertama kali nabi berhenti saat pertama datang berhijrah ke Madinah. Saya masih tidak percaya bahwa tahun ini saya datang lagi ke sini bukan sebagai jamaah Umroh. Kali ini datang, melepas rindu pada Nabi, sebagai tamu Allah. Tamu dengan perjamuan yang sungguh istimewa.  Nabawi, memang punya vibes yang berbeda dengan masjid Haram. Arsitekturnya membuat hati akan selalu terpikat dan merindu untuk selalu bisa pulang ke sini, lagi dan lagi. Waktu yang rasanya berjalan begitu cepat, dari satu waktu sholat ke waktu sholat berikutnya. Hati ingin selalu mendekat ke masjid, menikmati karpetnya yg empuk, ac nya yang dingin, dan tentu arsitektur atapnya yang sama sekali tidak membosankan. Nabawi selalu penuh dengan jamaah di lima waktu sh...