Aku menulis ini dengan derai yang tak kunjung usai
Ada sedih dan haru yg terus mengusik sejak kemarin.
Aku tahu, aku sudah berpamitan pada mu berkali waktu.
Kemarin pagi, kemarin sore, semalam.
Dan pagi ini ku ulangi lagi.
Aku pamit dulu
Terimakasih sudah menerimaku dengan sangat baik.
Aku selayaknya anak kecil yang selalu ingin mencuri perhatianmu. Dengan aku berlama-lama di sini. Dengan aku bermain di taman syurga dekat dengan mu berkali-kali
Berlebihan kah jika aku merasa kamu beberapa kali tersenyum padaku?
Berlebihan pula kah jika aku beberapa kali melihatmu mentertawakan doa doa ku?
Aku pamit.
Semoga, ada banyak waktu di lain kesempatan. Untuk berlama-lama dekat dengan mu.
Wahai engkau yang mencintai ku
(Nabawi, menjelang Syuruq)

Comments
Post a Comment