Skip to main content

Posts

The Amazing 2025

Malam terakhir di tahun 2025 Cepat sekali rasanya 365 hari berlalu tahun ini. Meskipun, iyak bener banget, pas menjalani ya ngeluh-ngeluh, hah heh hoh, Ya Allah Ya Allah.... dan berurai air mata. Luar biasa sekali tahun ini. Aku lupa kapan tepatnya, tapi kalau tidak salah sekitar bulan Juli. Pagi hari setelah sarapan, aku lama duduk termenung di kursi sambil menatap ke arah tanaman-tanaman sirih belanda yang mulai merambat di tembok belakang. Aku bergumam sendiri. Prestasi apa yang sudah ku raih tahun ini? kayak tahun ini udah jalan separo lebih, dan aku ga ngapa-ngapain. Kerjaanku gini-gini aja. Rutinitasku gini-gini aja. Aku ga merasa improve di apapun. Badanku tetep segini-gini aja juga. Stagnan banget. Tapi kemudian, hatiku kayak digelitiki ingatan yang berkilau-kilau. Oh ternyata tahun ini aku udah melakukan banyak hal lho.... Mungkin ini ga langsung prestasi buatku. Tapi aku sedikit punya andil dalam prestasi anak-anak. Ya anakku secara biologis, dan anak-anak di kampus. Ada 4 pr...
Recent posts

Autumn di London yang Dingin dan Gloomy

Sudah di penghujung Desember.  Tahun ini rasanya waktu berjalan cepat sekali. Mungkin karena banyak hal yang harus dikerjakan. Banyak tanggungjawab yang harus diselesaikan. Dan banyak-banyak lain ber keling-keling di seputarku setiap hari. Tapi aku sangat menikmati itu semua. Aku menikmati rapat-rapat panjang. Zoom-zoom sampai malam selama berbulan-bulan setiap malam. Meskipun endingnya agak bikin broken heart 😂 Tapi sejujurnya di sinilah ketulusan ku diuji. Dan aku ga lolos. Kayaknya sih ga lolos ya. Atau lolos dengan nilai tidak excellent. Tapi aku belajar banyak dari itu semua.  Nah, hebatnya, meskipun nilaiku tidak excellent, tapi Allah tetap kasih aku hadiah akhir tahun yang luar biasa. Bisa terbang selama hampir 19 jam itu kl bukan karena kekuatan yang diberikan oleh Allah kayaknya ga mungkin. Dan selama itu aku banyak tidurnya 😂 Lalu bisa jalan yang jauuuh beneran jauuuh menikmati setiap sudut kota London dan Birmingham itu apalagi kalau bukan hadiah istimewa,  A...

Pentingnya Memvalidasi Perasaan

  Salah satu sudut Aston University di Birmingham Hei Apa kabar Hati? Pergi jauh lagi, untuk waktu yang juga tidak sebentar, entah kenapa akhir-akhir ini rasanya lebih berat. Entah, aku sendiri bingung mendefinisikan ini tu rasa apa gitu. Sulit sekali memvalidasi apakah ini sedih? takut? rindu? atau apa?! Aku bingung, sebab betapa excitednya pas harus ngurus visa waktu itu. Mengejar pesawat iwir-iwir dari Adi Sutjipto, turun di Halim, sudah dijemput taxi, lalu menembus kemacetan Jakarta untuk wawancara yang less than 10 minutes, lalu udah masuk taxi lagi ke Soekarno Hatta ngejar pesawat ke Jogja. Udah kayak mudik ke Muntilan aja dalam beberapa jam Jogja-Jakarta. Visa pun, entah kenapa juga bikin deg-deg an. Pasalnya memang nominal di tabungan menggelembung di beberapa hari sebelum masukin syarat-syarat. Bisa karena ini ga bisa dilolosin, kata mbak-mbak Santana. Tapi ya Bismillah lah, kalau visa ga keluar, mungkin aku harus ke Bali saja menemani anak-anak Abdidaya.  Anak-anak s...

Beda Negara, Beda Kota, Beda Vibes-nya [Part 2]

      Oke kita lanjut ya 👉     Kalau di part 1 kita beranjangsana ke negara tetangga, di part 2 ini kita mau menengok tetangga agak jauh. Duh, bukan agak lagi ya, ini emang jauh banget. Ini kayaknya penerbangan terlama sepanjang sejarang penerbangan yang pernah ku lalui. Kalau ke Jepang itu cuma maksimal 7 jam, ini untuk sampai di transit pertama butuh waktu 9,5 jam, lalu lanjut penerbangan 4 jam lagi. Ke manakah kita? eh Aku? 😅 4. Turki (Bursa dan Istanbul)     Agak penasaran sama negara ini karena salah satu temen brainstorming (a.k.a ghibah 😂) sering banget ke sini. Ditambah lagi dengan cerita-cerita dan berita-berita yang bilang negara ini tu kayak Jepang versi Islamnya, jadilah pas ada paket ke Turki lanjut Umroh kita mutusin buat ikutan. Datang di musim gugur dengan suhu galau yang ga dingin-dingin amat tapi kalau ga pake jaket tetep dingin dan -kaum manula ini- takut masuk angin, membuat kami memutuskan pakai jaket tipis-tipis saja. Dan ben...

Beda Negara, Beda Kota, Beda Vibes-nya [Part 1]

Ga nyampe dua bulan udah mau kelar tahun 2023 ini. Doa-doa di akhir tahun lalu dikabulkan dengan bonus-bonus yang luar biasa. Minta tahun 2023 diisi dengan banyak jalan-jalan, eh beneran dikasi banyak perjalanan baik dalam provinsi beda kabupaten sampe ke luar negeri. Kadang sehari bisa dari pagi mruput ke timur selatan naik-naik ke Gunung Kidul, agak siang turun ke utara kembali ke Sleman, lalu sorenya udah harus ke barat meskipun tujuannya bukan mencari kitab suci. Ada banyak banget PR menulis yang belum sempat dikerjakan. Baik menulis paper maupun menulis catatan perjalanan. Biar ikut les menulisnya itu adalah sibgha hnya ya 👀. Oke lah kita mulai mengerjakan PRnya satu-satu. Tadi pas nongkrong sempet kepikiran mo berbagi kesan saat jalan-jalan ke berbagai negara tahun ini. Kesan ini tentu sifatnya sangat subjektif ya. Masing-masing orang bisa menangkap kesan yang berbeda. Ini menurutku saja, mungkin kamu berbeda, ga papa ga usah diperdebatkan.  1. Bangkok, Thailand   ...

Gigi Nasywa dan Dokternya

"Dek, ada dokter gigi, ada dokter telinga, dokter hidung ada ga?" tanya saya di suatu hari kepada Nasywa. Lalu sambil ngupil dia bilang "Ya nggaak laaaah....". Lalu kami tertawa berdua. "Ada dek, mulut, hidung dan telinga itu dokternya satu, yang di Himawari Klinik itu. Kalau upilmu banyak sampe kamu ga bisa napas, nah kamu dibawa ke sana nanti hidungmu disedot pake vacum cleaner kecil kayak pas telingamu kemarin" kata saya menjelaskan tentang dokter THT. Memang beberapa waktu lalu kami sempat bolak balik (dua kali doang soalnya) ke dokter THT karena saya bersihin telinga Nasywa tapi cotton budnya lupa ga saya basahi sehingga membuat telinga bagian dalamnya lecet. Untung ga papa. Ada hikmahnya juga, karena telinganya jadi bersih dibersihin pake jarum vacuum cleaner hehehe. Baru tahu saya ada alatnya. Bahkan ke sana cuma mau bersihin telinga aja juga boleh.  Untuk Nasywa, selain dokter umum anak, ada satu klinik yang dia paliiiing sering datangi,...

Elegi Bulan Juni [Old Memory]

Tanggal satu di bulan Juni, 2017 Kegiatan pagiku diawali dengan bangun tertatih karena kantuk yang masih mendera. Hari ini sungguh luar biasa. Setelah malam-malam penuh mimpi buruk selama beberapa bulan, rasanya semalam itu tak ada mimpi buruk sama sekali. Aku bahkan lupa aku bermimpi apa. Tapi justru itu, bangun pagi, nyiapin sahur untuk Nasywa menjadi sebuah perjuangan  berat. Ya, aku memang baru tidur beberapa jam saja. Berbeda dengan Ramadhan di Indonesia, Ramadhan di sini memang perjuangannya dobel pangkat tiga. Sudah siangnya lebih lama, isya nya lebih lambat. Isya yang baru masuk saat jarum pendek di angka 9 malam hari itu sesuatu. Jam biologis menjadi harus digeser-geser mundur dan mundur lagi. Belum lagi waktu sholat subuh yang sangat pagi, 3:20. Tentu membuat kami harus bangun sahur juga lebih pagi. Jadi praktis, tidur 3-4 jam sudah bangun lagi. Tentu sehabis subuh masih bisa melanjutkan tidur sekitar 2 jam sebelum jam kerja dimulai. Tapi sebenarnya efeknya tidak b...