Ini kali kedua saya menyambangi masjid Nabawi. Masjid yang dibangun bersama-sama, baik oleh kaum Muhajirin maupun Anshar. Konon, masjid ini dibangun di atas tanah milik sepasang anak yatim. Sahal dan Suhail, namanya. Lokasi ini dipilih karena di sinilah dulu pertama kali nabi berhenti saat pertama datang berhijrah ke Madinah. Saya masih tidak percaya bahwa tahun ini saya datang lagi ke sini bukan sebagai jamaah Umroh. Kali ini datang, melepas rindu pada Nabi, sebagai tamu Allah. Tamu dengan perjamuan yang sungguh istimewa. Nabawi, memang punya vibes yang berbeda dengan masjid Haram. Arsitekturnya membuat hati akan selalu terpikat dan merindu untuk selalu bisa pulang ke sini, lagi dan lagi. Waktu yang rasanya berjalan begitu cepat, dari satu waktu sholat ke waktu sholat berikutnya. Hati ingin selalu mendekat ke masjid, menikmati karpetnya yg empuk, ac nya yang dingin, dan tentu arsitektur atapnya yang sama sekali tidak membosankan. Nabawi selalu penuh dengan jamaah di lima waktu sh...
Kemarin saya mendapat undangan untuk menghadiri acara wisuda di Singapore Institute of Management (SIM) yang berkolaborasi dengan University of London. Di hari wisuda kemarin, ada 800 lebih mahasiswa yang berhasil menyelesaikan studi, dan 67 di antaranya adalah anak-anak Indonesia. Oleh sebab itulah, kami diundang untuk menghadiri acara tersebut. Sudah agak telat beberapa menit saat kami sampai di venue. Tim sudah menunggu dan saya beserta staff langsung dibawa naik ke atas. Berhubung saya datang saat the President of SIM sedang berpidato, maka saya memilih untuk masuk dan duduk di kursi yang paling dekat dengan pintu, sebab kursi saya ada di tengah-tengah pas di depan mimbar pidato. Sudah lama rasanya saya tidak menghadiri sebuah acara wisuda dengan suasana yang cukup hikmat. Saya sendiri terakhir wisuda tahun 2014. Terakhir wisuda suami di GOR UNY agak kurang hikmat karena suasananya yang agak sumuk. Ruang wisuda ini disetting agak remang. Spotlight tertuju di panggung utama. AC...