Raudhah, taman syurga, sejatinya adalah halaman rumah Rasulullah. Halaman antara tempat imam dan rumah Nabi ini dulu digunakan oleh Nabi untuk mengajar. Setelah Nabi meninggal, tempat ini kemudian menjadi bagian dari Masjid Nabawi. Dan Raudhah, adalah idola di masjid Nabawi. Dulu, untuk bisa masuk ke Raudhah, jamaah harus sholat mendekat dengan pintu 21. Kabarnya, karena sering terjadi antrian dan berdesak-desakan, membuat ada beberapa jamaah yang terluka. Seiring perkembangan waktu, takmir Masjid dan pemerintah Madinah mulai melakukan penataan. Awalnya, untuk bisa masuk Raudhah, jamaah harus didaftarkan melalui sistem tasrek. Pihak tour travel yang membawa jamaan umroh dan pemerintah yang mengelola haji, mengatur masuknya dan mendaftarkan jamaah mereka. Namun, cara ini semakin lama semakin tidak efektif. Seiring perkembangan teknologi, dibangunlah sebuah aplikasi baru yang dapat digunakan oleh Jamaah untuk mendaftarkan dirinya sehingga dapat masuk ke Raudhah sesuai dengan jam yang sud...
Aku menulis ini dengan derai yang tak kunjung usai Ada sedih dan haru yg terus mengusik sejak kemarin. Aku tahu, aku sudah berpamitan pada mu berkali waktu. Kemarin pagi, kemarin sore, semalam. Dan pagi ini ku ulangi lagi. Aku pamit dulu Terimakasih sudah menerimaku dengan sangat baik. Aku selayaknya anak kecil yang selalu ingin mencuri perhatianmu. Dengan aku berlama-lama di sini. Dengan aku bermain di taman syurga dekat dengan mu berkali-kali Berlebihan kah jika aku merasa kamu beberapa kali tersenyum padaku? Berlebihan pula kah jika aku beberapa kali melihatmu mentertawakan doa doa ku? Aku pamit. Semoga, ada banyak waktu di lain kesempatan. Untuk berlama-lama dekat dengan mu. Wahai engkau yang mencintai ku (Nabawi, menjelang Syuruq)