Skip to main content

Posts

NUSUK: Satu Aplikasi untuk ke Raudhah Berkali-kali

Raudhah, taman syurga, sejatinya adalah halaman rumah Rasulullah. Halaman antara tempat imam dan rumah Nabi ini dulu digunakan oleh Nabi untuk mengajar. Setelah Nabi meninggal, tempat ini kemudian menjadi bagian dari Masjid Nabawi. Dan Raudhah, adalah idola di masjid Nabawi. Dulu, untuk bisa masuk ke Raudhah, jamaah harus sholat mendekat dengan pintu 21. Kabarnya, karena sering terjadi antrian dan berdesak-desakan, membuat ada beberapa jamaah yang terluka. Seiring perkembangan waktu, takmir Masjid dan pemerintah Madinah mulai melakukan penataan. Awalnya, untuk bisa masuk Raudhah, jamaah harus didaftarkan melalui sistem tasrek. Pihak tour travel yang membawa jamaan umroh dan pemerintah yang mengelola haji, mengatur masuknya dan mendaftarkan jamaah mereka. Namun, cara ini semakin lama semakin tidak efektif. Seiring perkembangan teknologi, dibangunlah sebuah aplikasi baru yang dapat digunakan oleh Jamaah untuk mendaftarkan dirinya sehingga dapat masuk ke Raudhah sesuai dengan jam yang sud...
Recent posts

Pamit : Untuk mu, yang mencintaiku

Aku menulis ini dengan derai yang tak kunjung usai Ada sedih dan haru yg terus mengusik sejak kemarin. Aku tahu, aku sudah berpamitan pada mu berkali waktu. Kemarin pagi, kemarin sore, semalam. Dan pagi ini ku ulangi lagi. Aku pamit dulu Terimakasih sudah menerimaku dengan sangat baik.  Aku selayaknya anak kecil yang selalu ingin mencuri perhatianmu. Dengan aku berlama-lama di sini. Dengan aku bermain di taman syurga dekat dengan mu berkali-kali   Berlebihan kah jika aku merasa kamu beberapa kali tersenyum padaku? Berlebihan pula kah jika aku beberapa kali melihatmu mentertawakan doa doa ku? Aku pamit. Semoga, ada banyak waktu di lain kesempatan. Untuk berlama-lama dekat dengan mu. Wahai engkau yang mencintai ku (Nabawi, menjelang Syuruq) 

Nabawi: Tips Nge-War Shaff untuk Jamaah Perempuan

Ini kali kedua saya menyambangi masjid Nabawi. Masjid yang dibangun bersama-sama, baik oleh kaum Muhajirin maupun Anshar. Konon, masjid ini dibangun di atas tanah milik sepasang anak yatim. Sahal dan Suhail, namanya. Lokasi ini dipilih karena di sinilah dulu pertama kali nabi berhenti saat pertama datang berhijrah ke Madinah. Saya masih tidak percaya bahwa tahun ini saya datang lagi ke sini bukan sebagai jamaah Umroh. Kali ini datang, melepas rindu pada Nabi, sebagai tamu Allah. Tamu dengan perjamuan yang sungguh istimewa.  Nabawi, memang punya vibes yang berbeda dengan masjid Haram. Arsitekturnya membuat hati akan selalu terpikat dan merindu untuk selalu bisa pulang ke sini, lagi dan lagi. Waktu yang rasanya berjalan begitu cepat, dari satu waktu sholat ke waktu sholat berikutnya. Hati ingin selalu mendekat ke masjid, menikmati karpetnya yg empuk, ac nya yang dingin, dan tentu arsitektur atapnya yang sama sekali tidak membosankan. Nabawi selalu penuh dengan jamaah di lima waktu sh...

Bahagia vs Sukses

Kemarin saya mendapat undangan untuk menghadiri acara wisuda di Singapore Institute of Management (SIM) yang berkolaborasi dengan University of London. Di hari wisuda kemarin, ada 800 lebih mahasiswa yang berhasil menyelesaikan studi, dan 67 di antaranya adalah anak-anak Indonesia. Oleh sebab itulah, kami diundang untuk menghadiri acara tersebut. Sudah agak telat beberapa menit saat kami sampai di venue. Tim sudah menunggu dan saya beserta staff langsung dibawa naik ke atas. Berhubung saya datang saat the President of SIM sedang berpidato, maka saya memilih untuk masuk dan duduk di kursi yang paling dekat dengan pintu, sebab kursi saya ada di tengah-tengah pas di depan mimbar pidato. Sudah lama rasanya saya tidak menghadiri sebuah acara wisuda dengan suasana yang cukup hikmat. Saya sendiri terakhir wisuda tahun 2014. Terakhir wisuda suami di GOR UNY agak kurang hikmat karena suasananya yang agak sumuk.  Ruang wisuda ini disetting agak remang. Spotlight tertuju di panggung utama. AC...

Bulan Hibah Ilahiyah: Saat Langit Membuka Pendanaan

Mungkin Anda sudah tahu. Tapi saya baru tahu tahun lalu. Tepatnya di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Bahwa sebaiknya, di setiap Ramadhan, kita tidak hanya menjalaninya sebagai sebuah rutinitas belaka. Tetapi kita memanfaatkan bulan yang disediakan oleh Allah untuk pengampunan, kasih sayang dan pengabulan ini (hibah) dengan sebuah (bisa beberapa) proposal. Ada tujuan yang ingin dicapai. Ada hal yang ingin diminta. Dan tentu diusahakan. Apa saja yang bisa diminta? Topik apa yang cocok? Tentu semua tergantung pada diri kita. Mungkin tentang jodoh. Mungkin tentang anak. Mungkin topik kesehatan orang tua. Bisa juga topik kelancaran sekolah. Atau boleh sekali mengambil topik general, kebaikan di dunia dan di akhirat. Semua tergantung dari yang mengajukan proposal. Tahun ini, lini masa pengajuan proposal akan dimulai dari tanggal 18 Februari 2026 dan ditutup pada tanggal 19 Maret 2026. Di dalam lini masa itu, ada waktu-waktu yang ditengarai lebih tepat untuk proses pengajuan proposal, d...

The Amazing 2025

Malam terakhir di tahun 2025 Cepat sekali rasanya 365 hari berlalu tahun ini. Meskipun, iyak bener banget, pas menjalani ya ngeluh-ngeluh, hah heh hoh, Ya Allah Ya Allah.... dan berurai air mata. Luar biasa sekali tahun ini. Aku lupa kapan tepatnya, tapi kalau tidak salah sekitar bulan Juli. Pagi hari setelah sarapan, aku lama duduk termenung di kursi sambil menatap ke arah tanaman-tanaman sirih belanda yang mulai merambat di tembok belakang. Aku bergumam sendiri. Prestasi apa yang sudah ku raih tahun ini? kayak tahun ini udah jalan separo lebih, dan aku ga ngapa-ngapain. Kerjaanku gini-gini aja. Rutinitasku gini-gini aja. Aku ga merasa improve di apapun. Badanku tetep segini-gini aja juga. Stagnan banget. Tapi kemudian, hatiku kayak digelitiki ingatan yang berkilau-kilau. Oh ternyata tahun ini aku udah melakukan banyak hal lho.... Mungkin ini ga langsung prestasi buatku. Tapi aku sedikit punya andil dalam prestasi anak-anak. Ya anakku secara biologis, dan anak-anak di kampus. Ada 4 pr...

Autumn di London yang Dingin dan Gloomy

Sudah di penghujung Desember.  Tahun ini rasanya waktu berjalan cepat sekali. Mungkin karena banyak hal yang harus dikerjakan. Banyak tanggungjawab yang harus diselesaikan. Dan banyak-banyak lain ber keling-keling di seputarku setiap hari. Tapi aku sangat menikmati itu semua. Aku menikmati rapat-rapat panjang. Zoom-zoom sampai malam selama berbulan-bulan setiap malam. Meskipun endingnya agak bikin broken heart 😂 Tapi sejujurnya di sinilah ketulusan ku diuji. Dan aku ga lolos. Kayaknya sih ga lolos ya. Atau lolos dengan nilai tidak excellent. Tapi aku belajar banyak dari itu semua.  Nah, hebatnya, meskipun nilaiku tidak excellent, tapi Allah tetap kasih aku hadiah akhir tahun yang luar biasa. Bisa terbang selama hampir 19 jam itu kl bukan karena kekuatan yang diberikan oleh Allah kayaknya ga mungkin. Dan selama itu aku banyak tidurnya 😂 Lalu bisa jalan yang jauuuh beneran jauuuh menikmati setiap sudut kota London dan Birmingham itu apalagi kalau bukan hadiah istimewa,  A...