Skip to main content

NUSUK: Satu Aplikasi untuk ke Raudhah Berkali-kali

Raudhah, taman syurga, sejatinya adalah halaman rumah Rasulullah. Halaman antara tempat imam dan rumah Nabi ini dulu digunakan oleh Nabi untuk mengajar. Setelah Nabi meninggal, tempat ini kemudian menjadi bagian dari Masjid Nabawi. Dan Raudhah, adalah idola di masjid Nabawi.

Dulu, untuk bisa masuk ke Raudhah, jamaah harus sholat mendekat dengan pintu 21. Kabarnya, karena sering terjadi antrian dan berdesak-desakan, membuat ada beberapa jamaah yang terluka. Seiring perkembangan waktu, takmir Masjid dan pemerintah Madinah mulai melakukan penataan.

Awalnya, untuk bisa masuk Raudhah, jamaah harus didaftarkan melalui sistem tasrek. Pihak tour travel yang membawa jamaan umroh dan pemerintah yang mengelola haji, mengatur masuknya dan mendaftarkan jamaah mereka. Namun, cara ini semakin lama semakin tidak efektif.

Seiring perkembangan teknologi, dibangunlah sebuah aplikasi baru yang dapat digunakan oleh Jamaah untuk mendaftarkan dirinya sehingga dapat masuk ke Raudhah sesuai dengan jam yang sudab dia pilih. Aplikasi ini bernama NUSUK.


Aplikasi NUSUK bekerja menggunakan data passport dan visa Jamaah. Setiap satu nomer visa, hanya memiliki kesempatan satu kali memasuki Raudhah. Sayangnya, entah kenapa, beberapa Visa ternyata sudah dipakai oleh pihak lain. Sehingga saat hendak mendaftar slot, ada keterangan bahwa pemilik akun sudah mengunjungi Raudhah dalam periode itu. 

Mungkin karena inilah, pihak pengembang memberikan slot cadangan. Biasanya, slot ini baru dibuka setelah jumlah para peziarah yang akan memasuki Raudhah sudah tercukupi jumlah minimalnya. Untuk mengoptimalkan, mereka menambah dengan memberikan tanda PETIR pada jam-jam yang slotnya masih ada (seperti gambar di bawah).


Gambar di atas memperlihatkan beberapa jadwal waktu masuk memiliki tanda PETIR. Jika posisi kita dekat, atau kita sedang ingin mengunjungi dan banyak berdoa di Raudhah, klik saja waktu yang kita inginkan. Kita nanti akan mendapatkan barcode yang harus ditunjukkan kepada petugas, paling sedikit 3 kali. Sekali saat akan masuk antrian, sekali saat di dalam antrian, dan sekali saat akan masuk berjalan ke dalam masjid.

Bagaimana dengan gambar JAM PASIR itu? Itu tandanya, bersiap-siap saja, bisa jadi nanti tandanya berubah menjadi PETIR jika jumlah peziarahnya belum terpenuhi.

Dengan aplikasi ini, kita bisa masuk ke Raudhah sekali sehari. Bahkan, kita juga bisa mendapatkan sertifikat bahwa sudab pernah mengunjungi Raudhah.


Lalu di mana posisi pintu masuk ke Raudhah terutama untuk wanita?

Anda jalan saja ke arah Gate 301. Nanti Anda akan melihat petugas yg menjaga pintu antrian khusus untuk perempuan. Gampang sekali mengenalinya. Sebab akan ada kerumunan di situ dan petugas yang berjaga mengecek barcode pendaftaran masuk ke Raudhah.

Banyak-banyaklah minta ampun di sana. Kirimkan shalawat dan salam kepada Nabi kita tercinta Muhammad yang banyak. Sebab cinta beliau kepada kita sebegitu besarnya. Mintalah apa saja. Tapi jangan lupa untuk minta hidup di dunia dan di akhirat yang penuh kebaikan. Akhir hidup yang baik.


(Masjidil Haram, menjelang Isya di 1 Dzulhijah)

Comments

Popular posts from this blog

Autumn di London yang Dingin dan Gloomy

Sudah di penghujung Desember.  Tahun ini rasanya waktu berjalan cepat sekali. Mungkin karena banyak hal yang harus dikerjakan. Banyak tanggungjawab yang harus diselesaikan. Dan banyak-banyak lain ber keling-keling di seputarku setiap hari. Tapi aku sangat menikmati itu semua. Aku menikmati rapat-rapat panjang. Zoom-zoom sampai malam selama berbulan-bulan setiap malam. Meskipun endingnya agak bikin broken heart 😂 Tapi sejujurnya di sinilah ketulusan ku diuji. Dan aku ga lolos. Kayaknya sih ga lolos ya. Atau lolos dengan nilai tidak excellent. Tapi aku belajar banyak dari itu semua.  Nah, hebatnya, meskipun nilaiku tidak excellent, tapi Allah tetap kasih aku hadiah akhir tahun yang luar biasa. Bisa terbang selama hampir 19 jam itu kl bukan karena kekuatan yang diberikan oleh Allah kayaknya ga mungkin. Dan selama itu aku banyak tidurnya 😂 Lalu bisa jalan yang jauuuh beneran jauuuh menikmati setiap sudut kota London dan Birmingham itu apalagi kalau bukan hadiah istimewa,  A...

Bulan Hibah Ilahiyah: Saat Langit Membuka Pendanaan

Mungkin Anda sudah tahu. Tapi saya baru tahu tahun lalu. Tepatnya di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Bahwa sebaiknya, di setiap Ramadhan, kita tidak hanya menjalaninya sebagai sebuah rutinitas belaka. Tetapi kita memanfaatkan bulan yang disediakan oleh Allah untuk pengampunan, kasih sayang dan pengabulan ini (hibah) dengan sebuah (bisa beberapa) proposal. Ada tujuan yang ingin dicapai. Ada hal yang ingin diminta. Dan tentu diusahakan. Apa saja yang bisa diminta? Topik apa yang cocok? Tentu semua tergantung pada diri kita. Mungkin tentang jodoh. Mungkin tentang anak. Mungkin topik kesehatan orang tua. Bisa juga topik kelancaran sekolah. Atau boleh sekali mengambil topik general, kebaikan di dunia dan di akhirat. Semua tergantung dari yang mengajukan proposal. Tahun ini, lini masa pengajuan proposal akan dimulai dari tanggal 18 Februari 2026 dan ditutup pada tanggal 19 Maret 2026. Di dalam lini masa itu, ada waktu-waktu yang ditengarai lebih tepat untuk proses pengajuan proposal, d...

Beda Negara, Beda Kota, Beda Vibes-nya [Part 2]

      Oke kita lanjut ya 👉     Kalau di part 1 kita beranjangsana ke negara tetangga, di part 2 ini kita mau menengok tetangga agak jauh. Duh, bukan agak lagi ya, ini emang jauh banget. Ini kayaknya penerbangan terlama sepanjang sejarang penerbangan yang pernah ku lalui. Kalau ke Jepang itu cuma maksimal 7 jam, ini untuk sampai di transit pertama butuh waktu 9,5 jam, lalu lanjut penerbangan 4 jam lagi. Ke manakah kita? eh Aku? 😅 4. Turki (Bursa dan Istanbul)     Agak penasaran sama negara ini karena salah satu temen brainstorming (a.k.a ghibah 😂) sering banget ke sini. Ditambah lagi dengan cerita-cerita dan berita-berita yang bilang negara ini tu kayak Jepang versi Islamnya, jadilah pas ada paket ke Turki lanjut Umroh kita mutusin buat ikutan. Datang di musim gugur dengan suhu galau yang ga dingin-dingin amat tapi kalau ga pake jaket tetep dingin dan -kaum manula ini- takut masuk angin, membuat kami memutuskan pakai jaket tipis-tipis saja. Dan ben...