Skip to main content

Posts

A year to go (again)... Happy New Year!!

Gambar di atas adalah hiasan yang biasa dicantolin di atas pintu depan sampai tanggal 14 Januari (kl g salah) untuk kemudian dibakar. Ada satu lagi hiasan wajib tahun baru, yaitu batang bambu dipotong kayak bambu runcing sebanyak 3 buah ditaruh di pot di depan rumah. Buat apa? Hmm...belum tahu  😅 😅 Tapi... Ada beberapa hal yg sekiranya bisa diambil dijadikan bahan pertimbangan bagaimana kita merayakan tahun baru dari tradisi di Negeri Kenshin Himura ini. 1. Bersih-bersih (おそうじ=osouji) Bersih-bersih ini melingkupi bersih-bersih sekolah bagi para siswa dan guru (dikenal dengan general cleaning kl di lab), tempat kerja, plus juga rumah. Mirip lah kayak mau lebaran. Segala di elap, alas koran di rak diganti, yang sudah ga kepake dibuang (di sini dijual ke toko second hand kl barang berharga), lantai di pel plus wax biar mengkilap jreng jreng kencling. Yah, kira-kira pesan moralnya agar kita bisa menyambut tahun baru dengan kondisi bersih lahir batin. Mirip kan sama l...

ANELLO--The most wanted bag pack in 2016

Sebelum ke cerita si most wanted tas ini, saya ingin terlebih dahulu mengucapkan terimakasih kepada semua pelanggan dagangan Jepang di seluruh penjuruh dunia yang telah meramaikan acara jualan saya, dari mulai jualan barang daiso, kain, payung, kaos, teh, coklat, dan yang sampai sekarang masih pada penasaran adalah tas. Ada banyak yang tanya, "Kok masih sempet sih buat jualan? emang ada waktunya?" Akan saya beritahu sedikit rahasia. Biarlah ini jadi tidak rahasia lagi karena sudah saya ceritakan hehehe Jadi, kalau dibilang jualan ini serius, ya ga begitu juga karena dilakukan cuma saat dalam keadaan stress, cupet, tidak bergairah, dan males mau ngapa-ngapain. Justru kalau lagi sibuk, lagi semangat, saya suka males jualan. Eh bukan males sih, cuma takut ga bisa melayani pertanyaan dan pernyataan para konsumen yang nge-inbox maupun nge-wa. Jadi kalau lagi hectic kerjaan kampus, saya mlipir ga jualan. Tapi, kalau dibilang ga serius, ya ini memang kadang kami sebut sebaga...

Aku, Mae dan teh kotak itu....

Hari ini seharusnya sudah terjadwal untuk trip ke Hagi, melihat bangunan-bangunan tua dan melihat proses pembuatan keramik yang menjadi salah satu icon nya Yamaguchi. Tapi entah kenapa rasanya badan ini tak mau diajak pergi jauh. Otak ini juga sedang ingin sehari saja beristirahat, sepekan ini bagain otak pengontrol bahasa bekerja keras, karena har us mikir kata-kata dan kalimat yang tepat saat berbincang tidak menggunakan bahasa Ibu, bahasa Indonesia. Hehehe ternyata capek juga ngomong bahasa inggris plus nihonngo campur-campur, bikin laper hahaha alasan. Ehhh, hari ini hari Ibu ya?? mhh... IBU, BUKE, MAMA, MAMI, UMMI, EMAK, MAE. Sepanjang hidup yang hampir 31 tahun ini, Tuhan mengirimkan banyak sekali Ibu-ibu luar biasa dalam hidupku, sebanyak DIA mengirimkan bapak-bapak yang luar biasa juga. Coba ku ingat, ada dua orang ibu yang bersedia memberikan ASI-nya untuk ku ketika ibuku tidak ada, mereka adalah Mbak Mus dan Mbak Wanti. Lalu ada ibu yang hampir setiap hari memasakkan ma...

Bukan sekedar berlari

Dalam sebulan ini, November, ada dua project besar yang harus diseleseikan oleh semua anak SD, terutama di SD Hirakawa. Yang pertama adalah konser musik (ongaku kai) dan yang kedua adalah marathon. Ongaku kai sudah dilaksanakan di awal bulan, tepatnya tanggal 10 November kemarin. Dan marathon, even tahunan yang selalu dilakukan di awal musim dingin sebagai sarana agar anak-anak tetap berolahraga, tetap bergerak, walaupun udara dingin sudah mengepung dari segala penjuru. Menjelang marathon, orang tua diberikan surat edaran yang isinya menanyakan, apakah anaknya akan ikut berpartisipasi atau tidak. Jika tidak, kenapa? Tentu hampir semua orang tua menyetujui anaknya ikut marathon, kecuali memang ada yang punya penyakit atau keterbatasan tertentu yang membahayakan si anak, astma misalanya. Nah tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya saya menyetujui Nasywa ikut marathon, tentu setelah bertanya kepada anaknya. Menjelang hari H, hampir setiap 3 hari sekali mereka melakukan latihan. D...

Cita-cita ku

Weeh...judulnya kayak tema essay anak SD. However, karena malam ini nge-share salah satu cita-cita yang belum kesampaian, jadi kepikiran untuk menuliskan cita-cita saya dari kecil sampai sekarang, yang sudah dan belum tercapai. Ada berapa banyak? Yang pasti banyaaaaaak bangeeeet. Dari cita-cita yang sepela kayak misalnya pingin bisa masak nasi sendiri, sampai yang agak besar, sampai yang besar-besar. Saya tidak pernah menuliskan cita-cita saya di kertas lalu saya tempel di tembok. Kebanyakan cita-cita saya itu saya simpan di hati. Sambil sedikit-sedikit menyiapkan bekal untuk mencapai cita-cita itu. Bukankah seperti seseorang yang hendak melakukan sebuah perjalanan, kita harus menyiapkan ubo rampe agar tidak tersesat dan kelaparan? 1. Pingin Jadi Dokter     Yes, ini cita-cita umum sekali dan hampir semua anak kecil bercita-cita ini. Tapi saya emang beneran pingin banget jadi dokter. Apalah mau ditulis, kemampuan otak saya itu ga matching sama cita-cita. Meski seja...

Jikalah

Sebagai manusia, saya sering kali lupa. Kalau sedang gundah gulali eh gulana, suka kebawa masuk terlalu dalam hingga tak sanggup bangkit lagi xixixixi. Oleh karena itu, saya sadur sepenggal tulisan dari buku "Karena Aku Begitu Cantik, catatan harian seorang muslimah” karya Azimah Rahayu ini. Saya tempelkan di salah satu kolom rak buku di meja kampus. Kapanpun, saat saya lupa, saya bisa membacanya lagi. Yah..meskipun ga serta merta gulalinya ilang, tapi at least ada jeda mengendapkan semua gundah itu.  Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,  mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,  sedang ketegaran akan lebih dikenang nanti. Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,  mengapa tidak dinikmati saja,  sedang ratap tangis tidak akan mengubah apa-apa.  Jikalah luka kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,  sedang ketabahan dan kesabaran adalah...

Dear Nasywa

Dek, akhirnya kamu tumbang juga. Sebelum ke Ayukawa Sensei tadi pagi, Ummi sempat membuka buku record obat mu. Di sana tertera tanggal 18 Januari. Berarti sudah sekian bulan kamu ga apel ke Ayukawa Sensei. Di beberapa kesempatan, saat kamu bosan sekolah, kadang kamu bilang "Aku tu pingin netsu e Ummi, biar sekolahnya oyasumi" . Dan aku paling ga suka kalau kamu bilang begitu. Sebenarnya sudah dua malam kamu merasa tidak enak badan. Hidung meler se meler-melernya. Plus mampet se mampet-mampetnya. Dua malam lalu saat kamu tidur, aku bahkan sempat merekam suara desahan nafasmu yang senggrok-senggrok , dan ku kirimkan ke Abahmu. Abah saja sampai komentar "MasyaAllah begitu banget le nafas" . Dek, maaf ya, di setiap sakit mu, aku selalu saja menyelipkan kata-kata dan kalimat yang nadanya menyalahkanmu. Saat tahun lalu kamu kena Influenza B, saat dua tahun lalu kamu kena Influenza A, saat kamu kena radang tenggorokan, dan juga saat ini yang bahkan kamu cuma di...