Skip to main content

Posts

Sebuah testimoni ~ Vaseline Lip Therapy

Akhirnya...ku menemukan mu...  Bulan Maret dan April lalu menjadi bulan yang sedikit kurang nyaman. Apa pasal? Bibir saya kering dan gatal sampe pecah berdarah. Kirain waktu itu karena sempet nyoba lagi pake pasta gigi yang semriwing buat orang dewasa. Secara selama ini saya selalu pake pasta gigi yang sama kayak yang dipake Nasywa. Sudah dicoba berbagai merk pasta gigi yang semriwing hasilnya semua membuat bibir saya kasar dan pecah-pecah. Tapi kali itu bahkan setelah saya ga pernah pakai lagi pasta gigi yang semriwing, bibirnya ga sembuh-sembuh. Jadi berasa pakai apaaa gitu di bibir. Tebel, kaku, kering, kalo ketawa kelebaran dikit langsung "kreeek" pecah dan berdarah.... Akhirnya tersangka utama pindah ke lipstik. Memang sejak Februari karena dapet voucher diskon saya beli lipstik sama merk cuma beda warna. Kirain mah ga bakal ngaruh gitu ya...ternyata... Demi mengembalikan kesegaran bibir saya mencoba berbagai cara. Dari mulai minum vit C dan makan buah banyak,...

The most memorable delicious snack, "Kumkuman Slondok"

Saat di perantauan, ada banyak sekali hal-hal yang kita rindukan. Terutama makanan-makanan yang biasa dibuat di rumah atau dimakan bersama keluarga. Makanan favorit keluarga. Di keluarga kami yang nota bene adalah keluarga kampung sederhana yang tinggal di kaki gunung Merapi, ada beberapa makanan yang selalu ada di rumah. Beberapa diantaranya adalah krupuk original yang putih bulet itu, potil dan slondok. Krupuk original saya yakin semua sudah tahu. Tapi potil dan slondok mungkin beberapa orang baru pertama kali mendengar istilah itu, padahal ya sudah pernah makan juga cuma beda namanya. Potil dan slondok sejatinya bahan bakunya sama, ketela rambat atau ketela pohon atau telo jendral. Telo yang satu ini memang pangkatnya paling tinggi dibanding jenis telo-teloan yang lain, Jendral gitu lho.... Beda potil dan slondok adalah di bentuk, tekstur dan rasa. Hahaha beda semua dong mbak.... Ya emang gitu. Potil itu bentuknya lingkaran seperti ali-ali lebar. Ada dua maca...

[KISAH RAMADHAN] Wedang Jahe Mae

Aku sudah berdandan cantik dan menunggunya di depan pintu rumah. Bedak tabur putih itu belepotan di mukaku, Mbak Iti memakaikannya sembarang saja. Rambut kucir dua ku, tertutup jilbab putih dengan peniti di leher, kebesaran.  Seperti haru-hari yang lain, sore ini pun aku sedang menunggunya pulang. Dia memang selalu pulang sehabis ashar, meskipun sesekali lebih larut. Aku menunggunya, bukan karena aku merindukannya. Waktu itu, manalah tahu aku apa itu rindu. Aku menunggu apa yang ada di dalam tas jinjingnya. Tas yang terbuat dari tali plastik biru itu, di dalamnya ada aneka makanan, krupuk, roti kasur, klepon, tahu pong, dawet dan buah jeruk kesukaanku. Sesekali ku dapati susu kaleng coklat kesukaanku. Susu itu adalah dopping ku jika tubuhku mendadak lemas tanpa alasan. Terkadang isinya adalah apa yang sudah ku pesan pagi tadi. Karena setiap pagi sebelum pergi, dia akan bertanya "Njaluk ditumbaske oleh-oleh opo Ar?" Oh itu dia. Aku melihatnya di jalan depan rumah pak ...

[KISAH RAMADHAN] Puasa Pertama

Ini adalah tahun kedua Nasywa mulai latihan puasa. Anak seumuran dia di Indonesia, pasti sudah tidak masalah puasa sehari penuh selama sebulan, tapi buat Nasywa itu cukup berat. Ada banyak alasan sebenarnya. Tapi yang jelas dan sangat berpengaruh itu karena ga ada temennya. Untuk anak seusia Nasywa, kegiatan keagamaan yang dilakukan bersama dengan kawan-kawan itu akan terasa lebih menyenangkan. Tak cuma puasa, mengaji pun demikian. Beberapa tahun lalu saat populasi anak Indonesia di Yamaguchi lumayan banyak, kami ada kelas TPA online sepekan sekali. Sayangnya, mereka, anak-anak itu harus ikut pulang kembali ke tanah air bersama orang tua mereka, bersamaan dengan seleseinya masa studi. Nasywa pernah juga privat lewat skype dengan salah seorang teman pengajian. Waktu itu di plot waktunya setiap minggu pukul 9 pagi. Sayangnya, kadang Ummi ada acara keluar, atau tidak bisa online sehingga semangat Nasywa belajar mengendur. Akhirnya macet. Dan dengan tertatih akhirnya dia bisa menye...

Mengenang satu dasawarsa gempa Jogja dan cerita kita

Pagi itu, saya sedang ada di Selo, bukan di Jogja. Pagi itu, posisi saya sedang jongkok di salah satu tempat paling sakral di rumah kami, yaitu WC, ketika tiba-tiba genteng rumah saya seperti sedang diadu. Bunyinya kretek kretek kretek...dan semakin keras, lalu rumah mulai bergoyang. Saya dan tetangga berhamburan keluar rumah. Tentu saja setelah melakukan thaharah sesuai prosedur, tidak ada yang kurang. Kami mulai melihat ke arah timur, dimana Gunung Merapi pagi itu terlihat tegang juga. Memang sudah berhari-hari Merapi mengerang kesakitan. Sesekali menumpahkan lahar panas yang terlihat merah ndledek dari puncaknya setiap malam habis Isya. Jelas sekali dari pintu masjid Al-Fajar depan rumah. Dan guncangan itu, awalnya kami kirakan asalnya, dan musababnya ya dari sang Merapi. Tapi ternyata bukan. Saya lalu menelpon teman kantor saya, Ari Ikrar, yang posisinya di Jogja. Saya tanya kondisi Jogja. Saya tanya kondisi kampus. Dia bilang Jogja porak poranda, terutama bagian selatan, B...

Ananas in a taart ---- Nastar

Gimana? Kelihatan enak kan? hihihi Yup...itu kue nastar. Kue yang menurut wikipedia adalah sejenis kue kering dari adonan tepung terigu , mentega dan telur yang diisi dengan selai buah nanas ini ternyata berasal dari bahasa Belanda, yaitu ananas dan taart . Di negara asalnya, kue ini biasanya berisi blueberry ataupun strawberry. Apalacur, sewaktu mereka menjajah Indonesia zaman dahulu, ga ada itu blueberry dan strawberry di Indonesia. Nah, ketemulah buah nanas. Jadilah buah nanas yang dinominasikan sebagai satu-satunya kandidat pengganti si Berry. Selanjutnya, kue ini pun mengalami modifikasi. Orang Indonesia gitu loh, dulu krupuk yang cuma bisa digoreng aja sekarang bisa dibikin seblak, nah apalagi yang ginian. Isian nastar sekarang sudah macem-macem, dari mulai duren, strawberry, coklat, keju, dan tentu saja nanas tetap tak tergantikan. Setahu saya, nastar buatan Bue Yunit itu di atasnya selalu ada cengkehnya. Jadi kalau makan kudu mitilin cengkehnya biar ga ikut keman...

Where anyone can be anything, Zootopia

Udah nonton Zootopia? Saya sudah dong... Biasalah, dapet link streaming movie yang bagus, langsung deh nonton yang ini duluan. Soalnya dulu pernah baca tulisan di Kompasiana yang bikin resensi film ini dan cukup recommended untuk ditonton. Seperti biasa, nonton film yang durasinya panjang  begini (108 menit) itu dilakukan secara estafet. Disambi masak. Disambi lipet-lipet baju. Disambi njemur-njemur, daaan disambi di toilet pagi-pagi *hihihi Film kartun yang dilaunching pertama kali di US bulan Maret lalu ini memang sebagus film-film Walt Disney yang lain. Selalu ada hidden message yang coba di ceritakan secara apik dan menarik. Dan kali ini, mereka bicara tentang Bullying . Paling tidak itu salah satu yang saya tangkap. Bullying memang sedang jadi momok di belahan bumi mana saja. Kampanye anti bullying , terutama pada anak sekolah, marak dilakukan pihak-pihak terkait. Bahkan di salah satu episode drama korea ( adduhh...) yang berjudul "memori" ada kisah pe...